Mengenal Love Bombing dan Bahayanya!

Love bombing adalah perilaku atau Tindakan yang diberikan oleh pasangan yang sangat berlebihan yang berupa perhatian. Kesannya, individu sangat mencintai pasangannya dan rela melakukan banyakk hal. Akan tetapi, dalam praktiknya love bombing harus diwaspadai karena dapat menyebabkan hubungan tidak sehat dan pasangan yang manipulative.

Apa yang Dimaksud Love Bombing?

Love bombing adalah Tindakan atau perilaku baik fisik maupun verbal yang diberikan oleh pasangan yang secara berlebihan yang bertujuan untuk memaipulatif pasangannya. Pelaku love bombing dikenal dengan istilah love bomber. Individu yang menjadi pelaku love bombing perlu diwaspadai karena kerap dilakukan oleh individu yang berpotensi mengalami gangguan keperibadia narsistik (Strutzenberg, 2017). Biasanya love bomber akan melakukan tindakan love bombing akan melakukan tindakannya mulai sejak awal hubungan dan biasanya akan berangsur-angsur menurun saat berjalannya hubungan.

Apa sih yang menjadi faktor terjadinya Love Bombing?

  1. Keperibadian seseorang. Biasanya orang dengan kecenderungan memiliki keperibadian narsistik memiliki probabilitas yang lebih tinggi untuk melakukan love bombing. Hal ini dikarenakan seseorang dengan kepribadian narsistik, memiliki keinginan untuk mengontrol lain dengan memanipulasi, memengaruhi, atau mengambil keuntungan untuk diri sendiri.
  2. Kesepian dari sisi pelaku love bombing.
  3. Adanya perasaan tidak aman atau insecurity yang dimiliki seseorang, sehingga individu tidak mempercayai dan ketergentungan pada orang lain.
  4. Adanya perasaan untuk memerlukan suatu jaminan terus-menerus bahwa dirinya layak dicintai sebagaimana ekspektasinya.

Apa saja Ciri Individu yang Memberikan Love Bombing?

  1. Memberikan pujian tanpa henti.
  2. Memberikan hadiah secara berlebihan.
  3. Selalu meminta untuk dihubungi.
  4. Tidak menyukai privacy antar individu.
  5. Cenderung posessif kepada pasangan.

Apa yang terjadi jika sesorang menjadi korban love bombing?

Menurut Christian (2023), love bombing berdampak negative bagi korbannya. Adapun dampak negative dari diberikannya love bombing kepada individu dapat menurunkan harga diri, merasa malu dan cederung merasa bersalah pada dirinya sendiri. Tidak hanya itu, jika individu sering mengalami love bombing dalam waktu yang lama akan dapat membuat individu mengalami trust issue terkait hubungan. Lebih jauh, love bombing yang dibiarkan terus terjadi akan dapat menyebabkan kekerasan dalam hubungan.

Bagaimanacara keluar dari love bombing?

Untuk dapat keluar dari keadaan atau situai love bombing korban atau target love bombing sejak awal sudah dapat memberi batasan dan kesadaran akan diri sendiri terkait hubungan yang sehat. Akan tetapi, jika love bombing sudah terjadi, maka individu dapat mengomunikasikannya kepada orang-orang yang dipercaya sepereti sahabat ataupun keluarga, tetapi jika hal tersebut sudah sangat menganggu kehidupan dan fungsi sosial individu maka disarankan untuk menemui professional seperti psikolog.

Penulis : Baiq Sandiati Yuliandri, M.Psi., Psikolog | Editor: Arifi Zulaika, S.Kom.

Gambar illustrasi dari Freepik.com

Referensi:

Christian, A. C. (2023). Strategi koping korban hubungan romantis love bombing: studi fenomenologi.. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Strutzenberg, C., Jozkowski, K., Mosley, J.W., & Becnel, J. (2017). Love bombing: a narcissistic approach to relationship formation. Discovery, 18(1), 81-89.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *